Monday, January 9, 2012


STRES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT STROKE

KARYA TULIS ILMIAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia yang Dibina
oleh Drs. Yasip Gaotama, M.Pd.



Oleh  :
NIM  : 02.11.052

Program Studi D3 Keperawtan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
HUTAMA ABDI HUSADA TULUNGANGUNG
2010
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya dan nikmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan Proposal penelitianini, denganjudul “STRES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT STROKE”. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas akhir Semester  I mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Saya ucapkan terima kasih atas bantuan teman-teman dari STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung, dan teman-teman lain yang telah membantu mengerjakan Karya Tulis Ilmiah tentang Kesehatan. Karena bantuan teman-teman semua yang telah membantu mengumpulkan data-data dari lapangan, sehinggah saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah.

Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat menjadi referensi untuk peneliti-peneliti selanjutnya. Dan semoga Karya Tulis Ilmiah ini bias memberikan informasi tentang factor pengaruh kesehatan. Saya menyadari dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat peneliti harapkan, sebagai masukan bagi saya dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah-Karya Tulis Ilmiah selanjutnya, dan bagi peneliti lain yang akan melanjutkan penelitian ini.


Tulungagung, 5 Januari 2012



Hartono Dwi Santoso
NIM: 02.11.052




DAFTAR ISI

Halaman     

Halaman Judul  ............................................................................................................. i
Kata Pengantar  ............................................................................................................ ii
Daftar Isi  ..................................................................................................................... iii
Halaman Persembahan ................................................................................................ iv
Halaman Persetujuan  .................................................................................................. v
Halaman Pengesahan  ................................................................................................. vi
Abstrak ........................................................................................................................vii
BAB I             : Pendahuluan
Latar Belakang ……………………………………………………   1                      Rumusan Masalah………………………………………………....       3                      Tujuan dan Manfaat………………………………………………..         3
BAB II                        : Kajian Pustaka
Pengertian Stres…………………………………………………..   4
BAB III          : Metode Penelitian
Kerangka Penelitian…………………………………………........ 12          
Definisi Operasional…………………………………………….... 13
Desain Penelitian…………………………………………………. 13
BAB IV          : HasilPembahasan ………………………………………………. 14
BAB V            : Penutup
Simpulan………………………………………………………………...  15
Saran …………………………………………………………………....  15
DaftarPustaka …………………………………………………………………….16
DaftarBiodata …………………………………………………………………….17

HALAMAN PERSEMBAHAN


Ku persembahkan Proposal ini untuk :

1.      Bapak dan Ibu tercinta, terimakasih atas doa restu dan kasih sayangnya sungguh budimu tidak pernah akan bias terbalaskan.

2.      Drs. Yasip Gaotama, Ketjuk Herminaju, dan untuk Dosen-dosen STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung.

3.      Temen-temen yang telah membantu dalam memberikan motivasi dan semangat dalam pembuatan proposal ini. Terutama pada: Ahmad Khairudin, Topan Prasetyo, Prisma Kusuma Wardana Putra, Asri Fatullaili, Rendy Setyawan, Retty Desya Wardhani, Crisna Dwi Valentin.
 



















HALAMAN PERSETUJUAN

Drs. Yasip Gaotama, M.Pd.
DOSEN PENGAJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
STIKes HUTAMA ABDI HUSADA TULUNGAGUNG

NOTA PEMBIMBING

Perihal : Tugas Bahasa Indonesia Hartono DwiSantoso

Kepada Yth.
Ketua STIKes Hutama Abdi Husada
Di Tulungagung

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setelah membaca, meneliti, mengoreksi dan mengadakan perbaikan seperlunya, terhadap proposal saudara :
Nama                     : Hartono DwiSantoso
NIM                : 02.11.052
Program Studi :Bahasa Indonesia
Judul               : STRES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT STROKE
Denganini kami menilai proposal tersebut dapat disetujui untuk diajukan pada Ketua STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tulungagung, 9 Januari 2012
Pembimbing,



Drs. Yasip Gaotama, M.Pd
NPM: 100211607719
HALAMAN PENGESAHAN
STRES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT STROKE
Disusunoleh :


Hartono DwiSantoso
02.11.052
Telahdipertahankandi depanDosen Mata KuliahBahasa IndonesiaSekolahTinggiIlmuKesehatanTulungagung. Padahari, Senin, tanggal 9 Januari 2012 dandinyatakantelahmemenuhipersyaratangunamemenuhitugasakhir semester I.
Surakarta, 9 Januari 2012

DosenBahasa Indonesia                                  KetuaSTIKesHutamaAbdiHusada



Drs. Yasip Gaotama, M.Pd                          KetjukHerminaju, SST, S.Pd, MM
NPM: 100211607719                                                       NIP:  19540415 198009 2 001














ABSTRAK

Latar Belakang: Stres efek dari pekerjaan mewakili masalah yang nantinya akan menjadi masalah besar dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja Karena stres memiliki dampak yang tidak diinginkan seperti untuk contoh Stroke. Pencegahan stres perlu dilakukan secara komprehensif baik di tingkat organisasi, tingkat individu dan juga di lantai, tingkat dan juga melibatkan berbagai peran sektor.
Metode: Analisis Data kuantitif dalam penelitian ini digunakan metode analisis antara kelompok mahasiswa. Sedangkan dengan metode pengumpulan data kualitatif dengan wawancara pada masyarakat.
Hasil: Hasil yang dapat dicapai adalah seseorang bisa memehami berbahayanya stres dalam hidup. Dan bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang bisa menimbulkan stres. Stres merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut. tress adalah perasaan tertekan, perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi orang, karena tuntutan menghadapi keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress. Dalam penelitian ini untuk mengetahui reliabilitas teknik yang diambil adalah analisis varians dari Hoyt. Sedangkan dengan metode pengumpulan data kualitatif dengan wawancara pada karyawan diperoleh hasil bahwa ada indikasi adalah adanya stres kerja pada karyawan.
Kesimpulan: Pada dasarnya stres sangat dipengaruhi system kerja otak, semakin tinggi tingkat stres maka akan memberikan dampak negatif pada  system kerja organ-organ lain yang ada dalam tubuh. Dengan kata lain, stres bisa mengakibatkan seorang terserang penyakit karena system kekebalan tubuhnya menurun. Dan bila berangsur-angsur semakin lama penderita bisa mengalami Stroke. Sebenarnya banyak faktor yang bisa mempengaruhiterjadinya stress, dari faktor lingkungan sekitar dia tinggal, sampai dari faktor dalam dirinya sendiri.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sesuai dengan perkembangan dunia, banyak terjadi perubahan pola hidup dalam masyarakat. Masyarakat cenderung tidak disiplin dalam menerapkan pola makan gizi seimbang, gaya hidup yang tidak sehat sehingga akan memherikan dampak pada pergeseran pola penyakit, yaitu dari pola penyakit infeksius bergeser ke pola penyakit degeneratif.
Kehidupan modern kini menuntut segala sesuatu serba instan dan cepat.Seiring dengan itu ternyata kita harus membayar mahal dengan kesehatan kita.Di dalam makanan ada beberapa faktor yang apabiia dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh kita.Oleh karena itu, kita membutuhkan sesuatu yang dapat mempertahankan kesehatan tubuh kita.khususnya dalam melancarkan peredaran darah, mengurangi timbunan lemak dalam pembuluh darah (mencegah penyumbatan) dan meringankan kerja jantung (Zuifianto Arbi, 2008).
Tingkat kepedulian masyarakat akan pemeliharaar kesehatan terhadap berbagai resiko yang dapat menimbulkan stroke masih sangat rendah, terlihat dari insiden stroke cenderung meningkat setiap tahunnya sehingga stroke menjadi masalah serius yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat, kecacatan dan biaya yang dikeluarkan sangat besar (Misbach, 2004).
Meningkat resiko stroke seiring dengan beratnya dan banyaknya faktor resiko. Data epidemiologi menyebutkan resiko untuk timbulnya serangan ulang stroke adalah 30 % dan populasi yang pernah menderita stroke memiliki kemungkinan serangan ulang adalah 9 kali dibandingkan populasi normal (Misbach, 2004).
Sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresi cepat, berupa defisit neurologis vokal dan latau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian merupakan stroke. Penyebab stroke sangat kompleks dengan berbagai faktor resiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, gaya hidup dan ada penyebab yang tidak dapat dimodifikasi seperti umur, jenis kelamin, genetik (Mansjoer, 2000).
Pada umumnya stroke berlanjut dengan depresi, artinya penderita sadar kondisinya sudah lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari, hal ini disebabkan oleh masalah-masalah yang timbul pada penderita stroke seperti kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, menurun atau hilangnya perasaan (tidak bisa membedakan panas dan dingin), gangguan lapangan pandang, gangguan persepsi (sulit membedakan bentuk, ukuran, warna), rnasalah emosional (tertawa atau menangis tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya), masalah komunikasi (kesulitan dalam mengungkapkan pendapat atau tidak bisa bicara sama sekali). Penderita sering bertanya mengapa hal ini terjadi, ada yang mengatakan mau segera mati karena sudah tidak tahan lagi dengan keadaan tersebut (Idris, 2004).
Berbagai masalah yang timbul pada penderita stroke menyebabkan stres berat pada keluarga, persoalan kecil menjadi masalah besar, terkadang menimbulkan kemarahan yang akhirnya menyebabkan perpisahan antara anggota keluarga, saudara laki-laki dan perempuan bertengkar masalah tanggung jawab, sementara yang lainnya merasa depresi dan ingin bunuh diri. Merupakan hal yang umum dan normal bila merasakan kemarahan terhadap orang sakit. Meskipun, dalam hati sanubari, anda tahu itu tidak logis. Kelelahan sendiri dapat menyebabkan situasi situasi yang bisa meledak, yang dapat berakibatkan keretakan-keretakan perkawinan atau hubunga keluarga (Henderson, 2004).
Masa pengobatan adalah masa-masa menyusahkan seperti goncangan yang disebabkan oleh serangan stroke yang tiba-tiba, biaya pengobatan yang sangat besar dan memerlukan perawatan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Nielihat keadaan ini keluarga merasa frustasi dan mengkhawatirkan tentang apa yang akan terjadi dikemudian hari (Shimberg, 1998).
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan gembunuh no.l di RS Pemerintah diseluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada 5 00.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan repertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur (www.medicastore.com).

Penderita stroke memerlukan banyak dukungan untuk mempercepat kesembuhan. Tidak dapat dipungkin, merawat penderita stroke merupakan beban psikososial yang tidak ringan. Perasaan cemas, tertekan, binggung, sedih, dan jengkel akan menyelimuti anggota keluarga karena banyak faktor yang mempengaruhinya teori tersebut. Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang "STRES DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT STROKE."
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum :
·                      Untuk mengetahui gambaran tingkat stress.
·                      Seberapa besar pengaruh stres terhadap system kekebalan tubuh.
Tujuan Khusus :
·                      Untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres.
·                      Menunjukan seberapa berbahanyanya stres itu.
Manfaat Penelitian
Bagi Penelitian Selanjutnya
Sebagai informasi tambahan bagi peneliti dalam memberikan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita stroke sehingga dapat rneningkatkan mutu pelayanan keperawatan terutama dalammemberikan asuhan keperawatan terhadap penderita dan keluarga.
Bagi pelayanan kesehatan
Dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan dan strategi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dirumah sakit yang lebih komprehesif pada keluarga dan penderita stroke.
Bagi Institusi Pendidikan
Sebagi bahan masukan dalam memberikan materi perkuliahan yang dapat bermanfaat untuk pengetahuan dan pengembangan ilmu keperawatan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

STRESS
Pengertian Stres
Stres dapat didefenisikan sebagai respon adaptif, dipengaruhi oleh karakteristik individual dan / atau proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan / atau psikologis terhadap seseorang . (Ivancevich dan Matteson, 1980 dalam Kreitner dan Kinicki, 2004).
Menurut Hans Selye, 1976, menyatakan bahwa stres merupakan situasi dimana suatu tuntutan yang sifatnya tidak spesifik dan mengharuskan seseorang memberikan respons atau mengambil tindakan.
Menurut Dadang Hawari, 2001 stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap stres psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan).
Menurut Maramis, 1999 stress adalah segala masalah atau tuntutan penyesuian diri dan karena itu, sesuatu yang menggangu keseimbangan kita.
Menurut Soeharto Heerdjan 1987, stres adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam, yang menimbulkan tekanan, perubahan ketegangan emosi, dan lain­-lain.
Menurut Vincent Cornelli, sebagaimana dikutip oleh Grant Brecht, 2000 bahwa yang dimaksudkan " stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut"
Jenis Stres
Ditinjau dari penyebabnya, stres dapat dibedakan kedalam beberapa jenis:
Ø  Stres fisik, merupakan stres yang disebabkan oleh keadaan fisik seperti suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyengat, dan lain-lain.
Ø  Stres kimiawi, merupakan stres yang disebabkan oleh pengaruh senyawa ia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor hormon atau gas, dan lain-lain.
Ø  Stres mikrobiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh kuman, seperti: virus, bakteri, atau parasit.
Ø  Stres fisiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh, antara lain: gangguan strukur tubuh, fungsi jaringan, organ, dan ­lain.
Ø  Stres proses tumbuh kembang merupakan stres yang disebabkan oleh proses tumbuh kembang seperti: pada masa pubertas, pernikahan, pertambahan usia. Stres psikologis atau emosional, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya, atau keagamaan (Hidayat, 2007).
Penyebab Stres
Ø  Penyebab makro, yaitu: menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan, seperti kematian, perceraian, pensiun, luka batin, dan kebangkrutan.
Ø  Penyebab mikro, yaitu: menyangkut peristiwa kecil sehari-hari, seperti: pertengkaran rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akan dimakan, dan antri.
Faktor Yang Mempengaruhi Stres
Ø  Faktor biologis-Herediter, konstitusi tubuh, kondisi fisik, neurofsiologik, dan neurohormonal.
Ø  Faktor psikoedukatiflsosio cultural-perkembangan kepribadian, pengalaman, dan kondisi lain yang mempengaruhi.
Sumber Stres
Menurut (Hidayat 2007) ada tiga sumber stres:
Ø    Dalam Diri
Pada umumnya disebabkan oleh konflik yang terjadi antara keinginan dan kenyataan berbeda, dalam hal ini adalah berbagai permasalahan yang terjadi yang tidak sesuai dengan dirinya dan tidak mampu diatasi, maka dapat menimbulkan stres.
Ø    Dalam Keluarga
Stres bersumber dari masalah keluarga yang ditandai dengan adanya perselisihan masalah keluarga (anggota keluarga sakit, putus sekolah), masalah keuangan serta adanya tujuan yang berbeda diantara keluarga. Permasalahan ini akan selalu menimbulkan suatu keadaan yang dinamakan stres.
Ø    Dalam Masyarakat dan Lingkungan
Sumber stres dapat terjadi di lingkungan atau masyarakat pada umumnya seperti lingkungan pekerjaan, secara umum disebut sebagai stres pekerja karena Lingkungan fisik, kurangnya hubungan interpersonal serta kurang adanya pengakuan di masyarakat sehingga sulit untuk berkembang kearah yang lebih baik (Hidayat, 2007).
Cara Mengendalikan Stres
Menurut Grant Brench, 2000 dalah sebagai berikut;
·         Sikap, keyakinan, dan pikiran kita harus positif, fleksibel, rasional, dan adaptif terhadap orang lain.
·         Kendalikan faktor-faktor penyebab stres dengan jalan:
1.      Kemampuan menyadari (awareness skills).
2.      Kemampuan untuk menerima (acepetance skills).
3.      Kemampuan untuk menghadapi (coping skill).
4.      Kemampuan untuk bertindak (action skill).
·         Perhatikan diri Anda, Proses interpersonaldan interaktif, serta lingkungan.
·         Lembangkan sikap efisien.
·         Relaksasi.
·         Visualisasi (angan-angan terarah).
·         Circuit breaker dan koridor stres (Sunaryo, 2007).

Tahapan Stres
Menurut Van Amberg, sebagaimana dikemukakan oleh Hawari (2001) dal Hidayat, 2004 mengenai tahapan stres :
1.      Stres yang disertai perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan, mampu tanpa memperhitungkan tenaga yang dimiliki menyelesaikan pekerjaan penglihatan menjadi tajam.
2.      Stres yang disertai keluhan seperti bangun pagi tidak segar atau letih, lekas capek pada saat menjelang sore, lekas lelah sesudah makan, tidak dapat rileks, lambung atau perut tidak nyaman, jantung berdebar, hal tersebut karena cadangan tenaga tidak memadai.
3.      Tahapan stres dengan keluhan, seperti defekasi tidak teratur (kadang-kadang diare), otot semakin tegang, emosional, insomnia, mudah terjaga dan sulit tidur kembali, bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali, koordinasi tubuh terganggu, dan mau jatuh pingsan.
4.      Stres dengan keluhan tidak mampu bekerja sepanjang hari, aktivitas pekerjaan terasa sulit dan menjenuhkan, respon tidak adekuat, kegiatan rutin terganggu, gangguan pola tidur, sering menolak ajakan, konsentrasi dan daya ingat menunm, serta timbul ketakutan dan kecemasan.
5.      Stres yang ditandai dengan kelelahan fisik dan mental, ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan yang ringan, gangguan pencernaan berat, meningkatnya rasa takut dan cemas, bingung dan panik.
6.      Stres dengan tanda-tanda seperti jantung berdebar keras, sesak nafas, badan gemetar, dingin dan banyak keluar keringat, serta pingsan atau collaps.
Reaksi Tubuh Terhadap Stres
Reaksi terhadap stres berbeda-beda tergantung tingkat kedewasaan kepribadiaan, pendidikan dan pengalaman hidup seseorang.Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stres seperti menghadapi langsung dengan segala resikonya, menarik diri dan tidak mau tahu tentang persoalan yang dihadapinya, menggunakan mekanisme pertahanan diri (Hadi, 2004).
Tingkatan Stres
Potter (2005), membagi stres menjadi tiga lingkaran besar :
1.                   Stres Ringan, stressor yang dihadapi setiap orang teratur seperti terlalu banyak tidur, kemacetan lalu lintas situasi seperti ini biasanya berlangsung bebcrap menit atau jam dan belum berpengaruh kepada fisik dan mental hanya saja mulai sedikit tegang.
2.                   Stres Sedang, berlansung lebih lama, dari beberaa sampai beberapa hari, misalnya perselisihan yang tidak terselesaikan dengan rekan kerja, anak yang sakit atau ketidakhadiran yang lama dari anggota keluarga.
3.                   Stres Berat, situasi kronis yang dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa tahun, seperti perselisihan perkawinan terus-menerus, kesulitan finansial yang berkepanjangan, penyakit fisik yang berkepanjangan, pada keadaan stres berat ini individu sudah mulai ada gangguan fisik dan mental.
Gejala Stres
Beberapa gejala untuk mengetahui seseorang mengalami stres:
a) Gejala fisik
Ditandai dengan muncul rasa sakit kepala, sakit lambung, hypertensi (darah tinggi), sakit jantung atau jantung yang sering berdebar-debar tanpa sebab yang jelas, insomnia, mudah lelah, berkeringat, hilangnya selera makan, sring buang air kecil.
b) Gejala psikis.
Ditandai dengan gelisah atau muncul kecemasan, sulit berkonsentrasi, sikap apatis, pesimis, hilangnya rasa humor, sering melamun, kehilangan gairah terhadap belajar atau pekerjaan, cenderung bersikap agresif baik secara verbal maupun non-verbal (physic aggression) (www.artiklpsikologi.com)
Pengertian Stres Keluarga
Gangguan pada tubuh dan sikap yang disebabkan oleh adanya suatu sistem sosial yang saling berinteaksi satu sama lain yang menyebabka.n perubahan tuntutan kerja maupun penampilan individu dalam lingkungan (Leininger dalam Mulyadsi, 2003).
STROKE
Pengertian Stroke
Stroke atau cedera serebrovaskular adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan berhentinya suplai darah ke bagian otak (Brunner dan Suddrath, 2001). Menurut Tjahjono,dkk, 2000 Stroke adatah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresi cepat, berupa defisit neurologis vokal dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menunbulkan kematian dan semata­mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik.
Jenis Stroke
Menurut Shimberg (1998), jenis stroke dibagi atas tiga bagian besar:
a. Thrombosis
Pembuluh darah dari jantung menuju ke otak mengalami penyempitan yang disebabkan terjadinya artherosclerosis (disebut sebagai pengerasan pembuluh pembuluh darah arteri/nadi yang membawa darah dari jantung ke alat tubuh), akibat tingginya kadar kolesterol dan tinggginya tekanan darah.
b. Embolus
Jenis stroke seperti ini akan terjadi pada saat suatu gumpalan dari jantung atau lapisan lemak yang berasal dari dinding pembuluh arteri rantok dan menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang lebih kecil yang merupakan cabang dari pembuluh­pembuluh arteri utama yang menuju ke otak.
c. Hemorrhage
Pembuluh arteri menuju ke otak mengalami pelemahan.Tekanan darah yang tinggi telah menirnbulkan pukulan-pukulan yang besar terhadap pembuluh arteri sehingga melemah dan rapuh dan akhimya pecah seperti balon yang ditiup terlalu besar. Hemorrhage disebut juga pendarahan otak atau cerebral hemorrhage, stroke jenis ini paling berbahaya karena dapat menimbulkan kerusakan yang Was yang disebabkan tumpahan-tumpahan darah sehingga mengenai seluruh jaringan atak.
Penyebab Stroke
Menurut Shimberg (1998 ), membagi penyebab stroke atas empat bagian :
1.      Trombosis (bekuan) darah di dalam pembuluh darah atak leher atau arterosklerosis serebral merupakan penyebab utama yang merupakan penyebab paling umum dari stroke. Tanda-tanda trombosit serebral bervariasi, beberapa pasien dapat mengalami pusing, perubahan kognitif, kejang dan beberapa mengalami awitan yang tidak dapat dibedakan dari hemorage serebral atau embolisme serebral. Trombosis terebral tidak terjadi dengan tiba-tiba, kehilangan bicara sementara, hemiplegia atau paraspesia pada setengah tubuh.
2.      Embolisme serebral, abnormalitas patologik pada jantung kiri seperti endokarditis infektif, penyakit jantungrheumatik, infarkmiokard serta infeksi primonal adalah tempat-tempat diasal emboli. Embolus biasanya menyumbat dari arteri serebral tengah atau cabang-cabangnya yang merusak sirkulasi serebral.
3.      Iskemia serebral (Insufisiensi suplai darah ke otak) terutama karena konstriksi ateroma pada arteri yang menyuplai darah ke otak.
4.      Hemoragi serebral, hemoragi dapat terjadi di luar dura mater ( hemoragi ekstradural atau epidural ), atau di dalam substansi otak.
 Faktor Resiko Stroke
Faktor resiko stroke dibagi atas faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah:
Ø    Faktor yang dapat diubah
Hipertensi, diabetes mellitus, merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat, kontrasepsi oral, hematokrit meningkat, bruit karotis asimtomatis, hiperurisemia, dan dislipidemia.
Ø    Faktor yang tidak dapat diubah
Usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, riwayat TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke, penyakit jantung koroner, fibrilasi atrium, dan heterozigot atau homozigot untuk homosistinuria (Mansjoer, 2000).
Manifestasi Klinis
Stroke menyebabkan berbagai defisit neurologik, bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan jumlah aliran darah kolateral, fungsi otak yang rusak tidak dapat membaik sepenuhnya. Manifestasi klinis stroke digolongkan atas lima bagian:
1. Kehilangan motorik.
Stroke adalah penyakit motorneuron atas dan mengakibatkan kehilangan control volunter terhadap gerakan motorik. Karena neuron motor atas melintas, gangguan control motor volunter pada salah satu sisi tubuh dapat menunjukkan kerusakan pada motorneuron atas pada sisi yang berlawanan dari otak. Disfungsi motor paling umum adalah hemiplegia (paralysis pada. salah satu sisi) karena lesi pada sisi otak yang berlawanan.
2. Kehilangan komunikasi.
Fungsi otak lain yang dipengaruhi oleh stroke adalah bahasa dan komunikasi. Stroke adalah penyebab afasia paling umum.Disfungsi bahasa dan komunikasi dapat dimanifestasikan oleh disartria (kesulitan berbicara), ditunjukkan dengan bicara yang atau reseptif.Apraksia (ketidakmampua.n melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya.
3. Gangguan Persepsi.
Stroke dapat mengakibatkan disfungsi persepsi visual, gangguan dalam hubungan visual-spasial dan kehilangan sensori.Disfungsi persepsi visual karena gangguan jaras sensori primer diantara mata dan korteks visual. Homonimus hemianopsia (kehilangan setengah lapang pandang) dapat terjadi karena stroke dan mungkin sementara dan permanen.
4. Disfungsi Kandung Kemih.
Setelah stroke pasien mesngalami inkontinensia urinarius sementara karena konfusi, ketidakmampuan mengkomunikasikan kebutuhan, ketidakmampuan untuk menggunakan urinal karena kerusakan control motorik dan pastural.Kadang-kadang setelah stroke kandung kemih menjadi atonik, dengan kerusakan sensasi dal respon terhadap pengisisan kandung kemih.
5. Kerusakan Fungsi Kognitif dan Efek Psikologik.
Bila kerusakan telah terjadi pada labus frontal, mempelajari kapasitas, memori, atau fungsi intelektual kortikal yang lebih tinggi mungkin rusak. Disfungsi ini dapat ditunjukan dalam lapang perhatian terbatas, kesulitan dalam pemahaman, lupa, dan kurang motivasi yang menyehabkan pasien menghadapi masalah frustasi, depresi umum terjadi dan diperberat oleh respons alamiah pasien terhadap penyakit katastrofik. Masalah psikologik lain juga umum terjadi dan dimanifestasikan oleh labilitas emosional, frustasi, dendam yang kurang kerja sama (Brunner & Sudarth, 2002).
BAB III
METODE PENELITIAN

Kerangka Penelitian
Kerangka konseptual penelitian ini bertujuan untuk Mengambarkan Tingkat Stres Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Yang Menderita Stroke dalam penelitian ini yang diteliti yaitu keluarga yang merawat pasien stroke.Skema : Kerangka konseptual Gambaran Tingkat Stres pasien penderita Stroke di RSU
Defenisi Konseptual
Stres adalah didefenisikan sebagai respon adaptif, dipengaruhi oleh karakteristik individual danlatau proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan/atau psikologi terhadap seseorang (Ivancevich dan Matteson, 1980 dalam kreitneir dan Kinicki, 2004).
Pengertian stres adalah Gangguan pada tubuh dan sikap yang disebabkan oleh adanya suatu sistem sosial yang saling berinteaksi saiu sama lain yang menyebabkan perubahan tuntutan kerja maupun penampilan individu dalam lingkungan (Leininger dalam Mulyadsi, 2003).
Menurut Potter (2005), membagi stres menjadi tiga lingkaran besar :
1. Stres Ringan, stressor yang dihadapi setiap orang teratur seperti terlalu banyak tidur, kemacetan lalu lintas situasi seperti ini biasanya berlangsung beberap menit atau jam dan belum berpengaruh kepada fisik dan mental hanya saja mulai sedikit tegang.
2. Stres Sedang, berlangsung lebih lama, dari beberapa jam sampai beberapa hari, misalnya perselisihan yang tidak terselesaikan dengan rekan kerja, anak yang sakit atau ketidakhadiran yang lama dari anggota keluarga.
3. Stres Berat, situasi kronis yang dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa tahun, seperti perselisihan perkawinan terus-menerus, kesulitan fmansial yang berkepanjangan, penyakit fisik yang berkepanjangan, pada keadaan stres berat ini individu sudah mutai ada gangguan fisik dan mental.
Defenisi Operasional
Reaksi terhadap stres berbeda-beda tergantung tingkat kedewasaan kepribadiaan, pendidikan dan pengalaman hidup seseorang.Reaksi psikologis yang mungkin timbul dalam menghadapi stres seperti menghadapi langsung dengan segala resikonya, menarik diri dan tidak mau tahu tentang persoalan yang dihadapinya, menggunakan mekanisme pertahanan diri (Hadi, 2004).
Desain Penelitian
                Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan survey. Penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan melukiskan keadaan subyek dan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya.
                Pelaksanaan metode penelitian deskriptif tidak terbatas sampai pada pengumpulan dan penyusunan data, tetapi meliputi analisis dan interpretasi tentang data tersebut , selain itu semua yang dikumpulkan memungkinkan menjadi kunci  terhadap apa yang diteliti.

Data dan Sumber Data

Ø  Berdasarkan sumber data dari masyarakat.
Ø  Berdasarkan sumber-sumber dari berbagai buku.
Ø  Dari media Internet.
Ø  Dengan mengadakan survei langsung di lingkungan masyarakat
Ø  Dengan bantuan tokoh masyarakat.
Ø  Dengan mengambil sampel dari beberapa keluarga.
Teknik Penelitian dan Analisis Data
Ø  Dengan mewawancarai setiap masyarakat tertentu.
Ø  Dengan mewawancarai paramedis di RSU.
Ø  Dengan pendekatan dengan keluargan pasien.
Ø  Data yang ada di RSU.


BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
Hasil yang dapat dicapai adalah seseorang bisa memehami berbahayanya stres dalam hidup.Dan bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang bisa menimbulkan stres.Stres merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalam lingkungan tersebut.tress adalah perasaan tertekan, perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi orang, karena tuntutan menghadapi keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.
Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, menyebabkan individu berlomba untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang diinginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan individu tersebut bingung, melamun hingga stres.

Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut atau biasa disebut dengan koping yang digunakan. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut akan senang, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut marah-marah, frustasi hingga depresi.

Banyak teori dari berbagai sudut pAndang mengenai stress. Dokter mengatakan stress adalah tegannya sel-sel rafat yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Psikolog mengatakan stress adalah awal dari berbagai gangguan mental. Kemudian kami mengatakan, stress terjadi karena otak kita memproduksi Gelombang Otak (Brainwave) yang terlalu tinggi, frekwensi high beta atau kadang sedikit lebih tinggi di atas beta.Selama otak kita dalam gelombang itu, jangan pernah berharap bisa santai, apalagi bisa mendapatkan solusi atau ide cemerlang untuk menyelesaikan persoalan.Karena kita tahu, kreativitas ada pada tataran gelombang alfa dan teta.

Kalau kita sudah tahu bahwa stress hanyalah kondisi naiknya Gelombang Otak (Brainwave), maka dengan teknologi Gelombang Otak (Brainwave) ini kita bisa dengan mudah mengatasi stress. CD Bebas Stress ini bukan hanya untuk Anda yang sedang mengalami stress, CD ini sangat baik bagi Anda yang ingin terhindar dari stress, agar Anda bisa bekerja/belajar lebih efektif, dan mudah memunculkan ide atau solusi masalah disaat kondisi tertekan (buru-buru, berbahaya, keputusan cepat dsb).Stroke menyebabkan berbagai defisit neurologik, bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan jumlah aliran darah kolateral, fungsi otak yang rusak tidak dapat membaik sepenuhnya.






BAB V
PENUTUP

Simpulan

Pada dasarnya stres sangat dipengaruhi system kerja otak, semakin tinggi tingkat stres maka akan memberikan dampak negatif pada  system kerja organ-organ lain yang ada dalam tubuh. Dengan kata lain, stres bisa mengakibatkan seorang terserang penyakit karena system kekebalan tubuhnya menurun. Dan bila berangsur-angsur semakin lama penderita bisa mengalami Stroke.Sebenarnya banyak faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya stress, dari faktor lingkungan sekitar dia tinggal, sampai dari faktor dalam dirinya sendiri.

Namun tingkat stres juga terpengaruh terhadap pola pikir seseorang dengan kata lain, semakin tenang seseorang dalam menghadapi suatu masalah maka semakin mudah seorang tersebut menyikapi suatu masalah, itu sebagai bentuk meminimalisis stres. Stres timbul bukan hanya dari permasalahan-permasalahan hidup.

Dari hal tersebut dapat di ambil simpulan setiap masalah hidup yang tak sesuai keinginan akan dapat menimbulkan stress. Dari stres-stres tersebut bisa membuat tubuh mudah terserang penyakit. Stress berakibat fatal, dapat mengancam jiwa seseorang, dalam berbagai permasalahan yang timbul bisa memicu seseorang terserang stroke. Stres merupakan masalah kejiwaan, dengan demikian stress haruslah diminimalisis dengan penanganan yang efektif agar tak mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitar lingkungan keluarga.

Saran

Setidaknya bila mana sedang mengalami stres yang berkepanjangan hendaknya diselesaikan dengan berbagai cara seperti di bicarakan dengan orang yang dianggap bisa memberikan solusi akan masalah yang dihadapi, dengan demikian beban-beban yang dirasakan akan berkurang. Atau bisa dikonsultasikan pada psikiater untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dengan demikian rasa stress yang ada pada diri akan bisa teratasi. Karena stress bisa digolongkan pada penyakit berbahaya, yang bisa menimbulkan Stroke. Pada dasarnya manusia tak akan terlepas dari berbagai masalah, oleh sebab itu sebelum terserang Stroke dilakukan pencegahan dengan cara menanggulangi stress yang ada pada diri.
DAFTAR PUSTAKA


Ø  Alisjahbana, S. Takdir. 1978. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Ø Djajasudarma, Fatimah. 1993. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT Eresco.
Ø Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Ø Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Ø Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Dikti.
Ø Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.















DAFTAR BIODATA


Nama                                       : Hartono Dwi Santoso
Tempat/Tanggal Lahir   :Tulungagung, 19 Agustus 1991
Alamat                          : Desa Mojoagung, Kec. Ngantru,Tulungagung
Pendidikan                    :
Ø    TK I Mardisiwi, Tulungangung Lulus Tahun 1996.
Ø    SDN II Kepuhrejo, Tulungagung Lulus Tahun 2004.
Ø    SMP N 1 Ngantru, Tulungagung Lulus Tahun 2007.
Ø    SMA N 1 Kediri, Kediri Lulus Tahun 2009.
Ø    STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung, Sekarang.

Pengalaman Organisasi :
Ø   Karangtaruna Dusun Mojosari, Desa Mojoagung.
Ø   OSIS SMA.
Ø   Kepanitiaan zakat.
Ø   Persatuan Pemuda Tulungagung.




0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►